Friday, September 15, 2006

my day

today...
is my day...

Tuesday, August 15, 2006

Cerita Mariyam

Namanya Mariyam, usianya masih 17. Seharusnya dia masih dalam masa SMA, waktunya bercanda dengan teman-teman sekolahnya. Tapi nasib mengantarkan dia bergelut dengan hidup lebih awal dari usianya. Dia harus bekerja keras menghidupi 2 adiknya, ibu dan neneknya yang sudah tua dan sakit2an.

Bapaknya hilang entah kemana. Pada awalnya Bapaknya bekerja sebagai TKI di Arab Saudi. Tapi menurut penuturan ibunya karena suaminya itu melarikan diri dari majikannya dan sampai sekarang tak ada yg tahu keberadaannya. Masih hidup atau sudah matikah juga tak ada yang tahu.

Sementara itu karena himpitan ekonomi, rumahnya digadaikan untuk membiayai keberangkatan suaminya dulu. Sedangkan uang tersebut sistimnya bunga berbunga karena pinjam dari renternir. Jadi semakin lama hutangnya semakin berlipat.

Untuk mencari bantuan ke saudara2nya pun tak bisa karena kondisi ekonominya tak jauh beda dengan mereka.

Sementara ibunya baru 1 bulan ini bekerja sebagai TKI di Malaysia yang kemudian dipulangkan karena sakit Typus dan usus buntu.

Rumah tempat mereka tinggal berada didaerah kumuh diantara rumah2 petak. Kondisinya hanya ada 2 kamar dan ruang tamu sempit tanpa meja kursi. Lantai polesan semen yang sudah rusak disana sini. Untuk keperluan memasak mereka melakukannya diluar sedangkan untuk keperluan mandi dan lainnya menggunakan sarana WC umum.

Adiknya Udin kelas 1 SMP, sekolah sekaligus mondok di Kediri yang kira-kira 3 jam jarak perjalanan dari Surabaya dengan biaya pendidikan diperoleh dari yayasan anak asuh. Adiknya yang terakhir Riski kelas 3 SD juga dengan biaya yayasan.

Mereka hanya dapat biaya pendidikan saja, jadi untuk kebutuhan lainnya menjadi tanggungan Maryam.

Dirumah, Maryam harus merawat neneknya yang sudah sakit2an dan adiknya Riski.

Ketika pagi menjelang dia mempersiapkan keperluan adiknya sementara dia juga menitipkan neneknya ke tetangga2nya untuk sesekali dicek secara bergantian.

Baru setelah itu dia berangkat kerja sebagai pembantu penjual pangsit, seharian sampai sore dia memperoleh uang 10 ribu.

Begitulah sekilas cerita tentang Maryam. Dengan kondisi ekonomi seperti itu dia bergelut menghidupi adik2nya, ibu dan neneknya yang sakit.


......... dan aku dan temen2 sedang menggalang dana utk biaya kesembuhan ibunya. Jadi bila ibunya sudah sembuh setidaknya bisa membantu Maryam mencari nafkah lagi.

Friday, August 11, 2006

Alhamdulillah aku berjilbab

Aku kerja di dunia yang tak memisahkan antara laki laki dan perempuan.
Pergaulan terserah yang menjalani, kembali pada masing2 pribadi bagaimana cara mereka menjaga diri masing2.
Nah, karena prosentasenya lebih banyak laki2nya daripada wanita itu pula yang membuat aku sering jengah juga.
Akhirnya aku yang dulu punya prinsip "Ah, itu tergantung sama individunya, kalo kuat ya gak bakalan kepengaruh" itu terpatahkan.
Islam telah mengajarkan tentang cara bergaul laki2 dan perempuan seharusnya bagaimana itu memang karena ada manfaat didalamnya, melindungi masing2 individu dari hal2 yang mendekati zina itu.
Memang sih bukan dalam pengertian zina yg selama ini disempitkan jadi "zina itu ya antara laki2 dan perempuan yg belum sah jadi suami istri tapi telah melakukan hal2 seperti suami istri"..padahal zina itu tak sesempit itu pengertiannya.
Ada zina mata, zina hati, zina pikiran, zina pendengaran..whiuuuuw..terkadang haluuuus banget tak terasa datangnya tanpa terasa kita ternyata juga melakukannya.
Ya..! bener2 harus extra hati2 deh.
Nah lebih spesifik lagi bicara tentang pelecehan. Aku bener2 miris dan ngeri ketika teman2 laki2ku membicarakan rekan wanita lainnya, bener2 jadi "obyek imajinasi!!" Ah si A tuh seksi ya..si B itu gini gitu..seputar body wanita deh!
Aku yg single fighter (karena kebetulan di divisiku emang mayoritas laki2) jadi jengah..ngeri.
Aku sih udah sering menegur mereka tapi ya gitu deh..mental!
Rekan2 wanitaku sih udah aku peringatkan satu2 bicara dari hati ke hati kalo mereka sebaiknya bener2 harus extra hati2 menjaga diri, jangan pake baju seksi, jangan omong yang memancing ke arah "itu" de el el.
Tapi mereka menjawab "yang penting kita nggak mbak, mereka aja kaum lelaki ganjen"..Gubrag!..jawaban rata2 itu bikin aku geleng2.
Kata orang Jawa sih, kucing kok dikasih dendeng ya mau wong gratisan. Belum lagi kalo udah dicolak colek mereka cuman tertawa2 dianggap sebagai canda'an..Duuuuh duuuh..Sodari2ku..wake up!! kalian udah dilecehkan! Jangan kalian protes kalo mereka melecehkan kalian karena cara kalian berpakaian juga kurang sopan, cara bicara kalian juga bikin mereka berimajinasi yang nggak nggak..sayangi diri kalian sodari2ku.. Pakailah jilbab yang benar2 akan membuat kalian aman dan dilindungiNya..disayangiNya..dan bebas dari pelecehan InsyaAllah..

Wednesday, August 09, 2006

Jaga hati ini...

............kosong.......
Begitu banyak hal sia sia
Kenapa ???
Karena tak bisa mengekangnya?
Sampai kapan?
Karena yang ada hanya kesia-siaan bila langkah tak searah denganNya
Robb...
Aku takut tersesat setelah Kau beri petunjuk
Aku takut buta setelah Kau beri cahaya
Jangan biarkan aku lena
Jaga hati ini...
(* aku membaca artikel dari sobatku beng2..mengaca aku pada diri..adakah aku didalamnya? naudzubillah..astaghfirullah.. aku takut bila aku tak menyadarinya)

Friday, August 04, 2006

(-_-)

mmm...aku sudah memaksa logikaku kuasai langkahku
karena aku sedang tak ingin mengikuti hatiku
walau bukan suatu hal yg mudah bagiku
tapi aku paksakan diri
hingga akhirnya aku memilih logika

Friday, July 28, 2006

mentari

aku sedang mengikuti mentari..
kearah mana aku melangkah aku juga tak tahu
aku sedang mencari jalanNya dengannya
ya Robb..
bila jalan ini jalanku..mudahkanlah
bila tidak..beri aku jalan lain yg lebih baik
pun dengan dia..amin ^__^

Wednesday, July 12, 2006

"di" & "me"

Aku sedang berpijak pada di dua sisi
Satu sisiku merasa nyaman didalamnya
Aku merasa begitu "di"
Indah dan tenang
Tapi..satu sisiku berontak
Egoku yang berbicara ataukah sekedar emosi sesaat?
Aku merasakan "me"
Dan didalamnya aku merasa lelah
Logikaku mengatakan "di"
Tapi egoku menyeretku untuk berjuang mempertahankan "me"
Aku lelah..
Entah itu "di" ataukah "me"
Dalam kelemahanku, yang kutuju adalah "NYA"
Ya Robb.. aku yakin Engkau akan memberiku yang terbaik
indah dan tepat pada waktunya..
karena Engkau selalu "me" diriku